Kamis, 14 November 2019

TEKAPEN PUSPEKERME NASKAH ASLI SASAK



‘NASKAH TEKAPEN PUSPEKERME & PROSESI NYEPUT’


PENULIS : KIKI MARLIANA
Assalamualaikum warrohmatullahi wabarokatu….
Salam sejahtera untuk kita semua, Hallo kembali lagi bersama saya Kiki Marliana pencari naskah kuno di daerah Lombok. Beberapa minggu lalu di postingan pertama, saya menceritakan perjalanan mencari naskah kuno di KLU dan akan kembali lagi untuk mengetahui lebih dalam mengenai naskah kuno Tapel Adam tersebut, tetapi dari banyaknya kendala dari beliau sehingga saya tidak bisa menemuinya untuk saat ini. Hal tersebut tidak menyurutkan semangat saya untuk mencari naskah-naskah kuno lain yang ada di daerah Lombok ini. Nah kali ini ditempat yang baru saya akan mencertikan sebuah naskah kuno yang berjudl ‘TEKAPAN PESPEKERME’ dan juga prosesi ‘NYEPUT’ dalam adat sasak.
Tanggal 14 November 2019, Pukul 13:00 WIB kami melakukan  pencarian Naskah Kuno yang berujung pada daerah Lombok Tengah disana ada salah seorang pemegang naskah kuno yang cukup terkenal, tepatnya di desa Labulia, dusun sengkoah kecamatan jonggat.  Diperjalanan seperti biasa ditemani terik matahari yang luar biasa selalu setia menemani, dan juga teman-teman lainnya.

                         
Sesampainya di rumah mamiq upi kami disambut oleh istrinya yang masih terlihat sangat muda, beliau memiliki 2 putri yang bernama Baiq qori al-kausar dan Baiq Arimbi serta nama lengkap mamiq upi adalah Lalu Saupi. Beliau memegang atau menyimpan banyak naskah kuno seperti : Naskah ‘Jati suwari’ ‘serat centini’ ‘anak idung’ Rengganis juga naskah Takepan puspekerme. Saya dan teman-teman memutuskan untuk mengetahui lebih dalam salah satu naskah kuno yang dimiliki oleh mamiq upi yaitu naskah yang berjudul ‘TEKAPAN PUSPEKERME’ Naskah ini Merupakan naskah asli sasak yang berusia kurang lebih 200 tahun,  naskah ini merupakan naskah turun temurun dari nenek moyang mamiq upi. Naskah ini adalah naskah yang di tulis menggunakan lontar. Dalam naskah ‘TEKAPEN PUSPEKERME’ menceritakan seorang raja yang berkuasa atas segala penjuru negri yang disegani oleh raja-raja lainnya, raja ini memiliki seoang anak yang berusia 4 tahun. Sang raja sangat menyayangi anaknya sehingga iya ingin memberikan hadiah kepada anaknya, kenudian di panggilah seorang pande Emas. Raja memerintahkan kepada pande tersebut agar membuatkan seekor ikan emas yang bisa benar-benar hidup. Dibuatkanlah oleh pande emas tersebut sebuah ikan emas yang bisa hidup, sontak rajapun takjub atas keahlian pande emas tersebut, Rajapun berpikir mungkin ikan ini terlalu berbahaya untuk anaknya dan akan memberikan ikan emas tersebut ketika anaknya sudah dewasa saja. kemudian ikan tersebut disimpan didalam peti.
            Sang raja teus menerus memuji kehebatan pande Emas tersebut, pande emaspun berkata ‘Wahai baginda Raja masih ada yang lebih hebat dari saya, bahkan dia bisa membuat seekor merak yang bahkan bisa terbang’ sontak Sang Raja kaget dan sangat ingin menemui pande tersebut. Dikirimkanlah sebuah  Newale Patre atau surat kepada kerajaan Batapatre agar mengirim salah seorang pande emasnya yang bernama ‘Kemasan’. Datanglah kemasan menghadap sang raja kemudian ia disuruh membuatkan mainan untuk anaknya seekor merak yang bisa hidup bahkan terbang. Tak lama kemudian pande emas tersebut membuat seekor merak dari permata yang sangat tinggi harganya sang raja kaget saat melihat merak tersebut bisa hidup bahkan terbang. Rajapun kembali berpikir paruh merak dibuat dari permata yang keras sang raja takut anaknya dipatok oleh merak tersebut akhirnya sang merak bernasip sama dengan ikan emas mereka sama-sama dimasukkan ke dalam peti dan di kunci.
            Setelah Ikan Emas dan Merak masuk kedalam peti berbicaralah mereka berdua, ‘Wahai merak sebenarnya untuk apa kita di buat ? Tanya ikan emas, Merakpun menjaab ‘untuk mainan anaknya! Lalu ikan berkata ‘lantas kenapa kita hanya disimpan didalam peti ini’ ikanpun berkata lagi ‘ Wahai merak kau punya paruh yang sangat kokoh bahkan jika kau patok peti ini akan terbuka seketika, ‘merak menjawab ‘ah begitu ? tak lama kemudian merak langsung mematok peti ersebut hingga peti berguncang kemudian terbuka, ikan dan merak jatuh di tanah, merak berjalan menuju anak raja yang sedang main kemudian anak raja langsung menaiki punggung merak tersebut. Sontak semua orang yang ada diistana kaget karena merak langsung terbang saat Sang putra raja menungganginya semakin di kejar semakin jauh pula merak itu terbang. Sampai pada sebuah taman Sang putra raja memerintahkan merak untuk turun setelah turun ia duduk diatas batu di taman dekat telaga, datanglah seorang kakek menghampirinya memberikan ia sebuah ‘LILIDI AJAIB’ yang katanya Lilidi tersebut bisa mengalahkan musuh dalam sekali tebas. Datanglah sepasang sumi istri yang kemudian mengangkat Putra Raja sebgai anak.
            Dipersingkat saja setelah ia dewasa, diceritakanlah oleh Kikasiya dan Kikasian merupakan ibu dan bapak akangkat sang Raja Taruna, ia meceritakan tentang Bidadari yang setiap 1 tahun sekali atau 1 kali purnama mereka akan turun mandi di telaga. Dengan rasa penasaran sang raja Taruna pergi ke telaga tersebut pada saat bulan purnama benar saja ia mengintip dibalik batu besar di tepi telaga para bidadari sedang mandi, Raja taruna mengambil sehelai baju bidadari dan kembali bersembunyi, para bidadari kebingungan merekapun melihat Raja Taruna duduk di pinggir telaga bidadari tersebut datang menhampiri dan bertanya apakah ia melihat sehelai baju bidadari tersebut, Raja menjawab tidak kemudian mengajaknya berkenalan dan menanyakan asal muasal para bidadari tersebut. Bidadari tersebut berasal dari Negeri ‘Maligie’ yang bertempat dilangit ke tujuh. Sang raja dan bidaddari melakukan kesepakatan jika Raja bisa mengembalikan baju sang bidadari maka ia akan diajak ke Negri Maligie dan menjadi suami sang bidadari.
            Pada saat menuju langit ke tujuh, di langit ketiga Sang Raja diberi sebuah ‘Cupu Manik’ katanya jika kamu tidak mengenali istrimu maka bukalah cupu manik ini. Setelah sampai pada langit ke tujuh yaitu Negeri Maligie sang raja disambut oleh dayang-dayang kemudian menghadap raja dan ratu selaku ibu dan bapak dari Bidadari yang akan menjadi istrinya yaitu Ratu Jumite. Sang Pangeran Taruna menyampaikan maksud kedatangan dan juga kesepakatannya bersama ratu Jumite, sang raja menyuruh ketujuh bidadari berjejer kemudian berkata ‘pilihlah yang mana istrimu’ dari ujung kepala hingga kaki ketujuh bidadari tersebut memiliki raut yang sama alhasil Raja Taruna kebingungan, kemudian ia ingat saat diperjalanan di diberikan sebuah cupu manik, tak berpikir lama sang pangeran langsung membuka Cupu manik tersebut keluarlah seekor lalat emas terbang menghampiri ketujuh bidadari dan hinggap di kening salah seorang bidadari yang seketika berubah wujud menjadi Ratu Jumite.
            Raja Taruna sudah berhasil memenangkan segala rintangan dan akhirnya Ratu jumite dan Raja Taruna dinikahkan di Negeri Maligie dengan sangat megah. Sang raja Taruna mendapat gelar ‘JAYENG ANGKASE’ sang raja dan ratu yang baru menikah ini kemudian akan turun ke bumi dan membuat Negaranya sendiri ia membawa sebagian besar masyarakat desa maligie dimasukkan ke dalam Cupu Manik dan turun ke bumi diperjalanan pada langit keempat mereka dimintai tolong oleh raja disana kaena sedang terjadi peperangan, Raja akan diberi imbalan yaitu seorang putri nan cantik jelita, sang rajapun mengiyakan dikeluarkanlah Lilidi yang diberikan kakek tua saat ia kecil dahulu dan benar saja semua musuh mati dan raja berterimakasih atas apa yang dilakukan Raja Taruna. Raja taruna turun kebumi kemudian membangun negerinya dengan damai dan melakukan pernikahan dengan Ratu jumite dengan sangat mewah dan megah, bahan setelah menkah mereka semakin makmur rezeki yang berlimpah memperbaiki kehidupan masyarakatnya.
Begitulah secara singkat Isi dari Naskah kuno ‘TAKEPAN PUSPEKERME’ ini setelah diceritakan naskah kuno ini saya sangat penasaran tentang Tradisi ‘Nyeput’ yang warga sasak bilang nyeput ini adalah proses pembacaan nasib hidup bahkan percintaan yang dipercaya akan menjadi nyata. Tetapi kembali lagi pada diri masing-masing mau percaya atau tidak adalah pilihan. Saya dan teman-teman membicarakan tentang Nyeput kepada mamiq Upi dan mamiq upi langsung mengerti dan memahi maksud lain dari pertanyaan kami hehe.
Mamiq upi menyarankan sebelum nyeput usahakan niat yang baik-baik untuk hidupmu agar yang kau ambilpun baik hasilnya. Prosesi nyeput langsung dilakukan saat itu juga dimulai dari teman saya Baiq monika sahara kemudian Marlina fitriani, etta atteta dan seterusnya. Tibalah saat giliran saya rasa takut serta penasaran menjadi satu menimbulkan kegugupan yang hakiki hingga keringat dingin bercucuran, tetapi tetap saya lakukannya perlahan kututup mata kuniatkan segala kebaikan hidup bahkan percintaan, tangan mulai meraba lembar demi lembar daun lontar dan kemudian manarik sehelai Naskah tersebut. Mamiq upi mengatakan saya mendapat tembang ‘ASMARANDANE’ tembang percintaan, saat tembang tersebut dibacakan, bulu kuduk berdiri dan degup jantungpun berlebihan yang kurasa, lepas dari itu menunggu hingga akhir tembangan , mamiq upi kemudian mngartikan maksud dari tembang yang saya dapat.
Mamiq upi mengatakan ‘kamu sudah bertemu dengan dia yang menjadi jodohmu, saat kalian dipertemukan akan ada hajatan megah nan meriah hajatan tersebut adalah pernikahan raja dan ratu, kamu tidak akan kekurangan apapun dari pernikahanmu segala kebaikan datang pada kalian rezki yag berlimpah higga tidak kekurangan apapun’ kata-kata mamiq upi membuat saya terdiam dan juga berucap syukur kalau itu memang menjadi nyata nantinya.

TEMBANG ASMARENDANDE

Hari sudah semakin sore kamipun undur diri dari mamiq upi beserta keluarganya, oh ya sebelum pulang kami diberi sebuah oleh-oleh semacam souvenir buatan mamiq upi sendiri. Ditulis diatas daun Lontar menggunakan bahasa Aksara dengan tulisan Nama saya beserta orang tua.

Sekian cerita dari saya kali ini semoga bermanfaat untuk kita semua. 
Wassalamualaikum warrahmatullahi wabbarokatu..

28 komentar:

  1. Masya allah pengalaman yg sangat luar biasa, semoga bermanfaat bagi pembaca

    BalasHapus
  2. Bagus kak, bermanfaat sekali buat nambah pengetahuan

    BalasHapus
  3. Tulisannya sangat bagus, berkat tulisan ini saya jadi tahu tentang naskah asli sasak. Sukses selalu kakak Kiki Marliana.

    BalasHapus
  4. Wooooowww mejing😂 
    Lanjutkaaaan

    BalasHapus
  5. Woooowww keren kak kiki naskanya🤗

    BalasHapus
  6. Naskah nya bagus mbak, tolong jaga, pelajari dan lestarikan terus yaa. Zaman sekarang anak muda hampir melupakan warisan leluhurnya Padahal sangat berkaitan dengan kehidupann nya sekarang. Sekarang jarang ditemukan yang mau benar-benar serius mempelajari naskah-naskah kuno seperti itu. Saya salut sama saudari Kiki walaupun anda dari suku mbojo, anda mau mempelajari naskah kuno orang Sasak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Luar biasa terimakasih atas komentarnya yang membuat saya lebih semangat lagi dalam mencari naskah-naskah kuno lainnya jangan bosan membaca postingan postingan saya selanjutnya 🌹

      Hapus
  7. luarbiasa ki. kembangkan bakat menulismu

    BalasHapus
  8. Keren ki😍 semangat untuk kedepannya

    BalasHapus
  9. Lanjutkan mencari naskah kunonya��

    BalasHapus
  10. semangat trrus dan semoga bermanfaat bagi banyak orang. terutama anak2 muda NTB💪

    BalasHapus
  11. Percaya atau tidak adalah sebuah pilihan. Lantas, ketika diramal seperti itu, tanggapan Kiki apa? Percaya atau tidak, sy hanya kepo 😁

    BalasHapus
  12. Mantap ki..somoga kedepan makin berkembang dalam mencari informasi tentang kebudayaan sasak

    BalasHapus
  13. Semangaaat,, semoga dari tulisan ini bisa bermanfaat bagi banyak orang dan kembangkan lagi bakat menulisnya.

    BalasHapus