‘NASKAH TEKAPEN PUSPEKERME & PROSESI NYEPUT’
PENULIS : KIKI MARLIANA
Assalamualaikum warrohmatullahi wabarokatu….
Salam sejahtera untuk kita semua, Hallo kembali lagi
bersama saya Kiki Marliana pencari naskah kuno di daerah Lombok. Beberapa
minggu lalu di postingan pertama, saya menceritakan perjalanan mencari naskah
kuno di KLU dan akan kembali lagi untuk mengetahui lebih dalam mengenai naskah
kuno Tapel Adam tersebut, tetapi dari banyaknya kendala dari beliau sehingga saya tidak
bisa menemuinya untuk saat ini. Hal tersebut tidak menyurutkan semangat saya
untuk mencari naskah-naskah kuno lain yang ada di daerah Lombok ini. Nah kali ini
ditempat yang baru saya akan mencertikan sebuah naskah kuno yang berjudl ‘TEKAPAN
PESPEKERME’ dan juga prosesi ‘NYEPUT’ dalam adat sasak.
Tanggal 14 November 2019, Pukul 13:00 WIB kami melakukan pencarian Naskah Kuno yang berujung
pada daerah Lombok Tengah disana ada salah seorang pemegang naskah kuno yang
cukup terkenal, tepatnya di desa Labulia, dusun sengkoah kecamatan jonggat. Diperjalanan seperti biasa ditemani
terik matahari yang luar biasa selalu setia menemani, dan juga teman-teman lainnya.
Sesampainya di rumah mamiq upi kami disambut oleh
istrinya yang masih terlihat sangat muda, beliau memiliki 2 putri yang bernama
Baiq qori al-kausar dan Baiq Arimbi serta nama lengkap mamiq upi adalah Lalu
Saupi. Beliau memegang atau menyimpan banyak naskah kuno seperti : Naskah ‘Jati
suwari’ ‘serat centini’ ‘anak idung’ Rengganis juga naskah Takepan puspekerme.
Saya dan teman-teman memutuskan untuk mengetahui lebih dalam salah satu naskah
kuno yang dimiliki oleh mamiq upi yaitu naskah yang berjudul ‘TEKAPAN
PUSPEKERME’ Naskah ini Merupakan naskah asli sasak yang berusia kurang lebih
200 tahun, naskah ini merupakan naskah
turun temurun dari nenek moyang mamiq upi. Naskah ini adalah naskah yang di
tulis menggunakan lontar. Dalam naskah ‘TEKAPEN PUSPEKERME’ menceritakan
seorang raja yang berkuasa atas segala penjuru negri yang disegani oleh
raja-raja lainnya, raja ini memiliki seoang anak yang berusia 4 tahun. Sang
raja sangat menyayangi anaknya sehingga iya ingin memberikan hadiah kepada anaknya,
kenudian di panggilah seorang pande Emas. Raja memerintahkan kepada pande
tersebut agar membuatkan seekor ikan emas yang bisa benar-benar hidup.
Dibuatkanlah oleh pande emas tersebut sebuah ikan emas yang bisa hidup, sontak
rajapun takjub atas keahlian pande emas tersebut, Rajapun berpikir mungkin ikan
ini terlalu berbahaya untuk anaknya dan akan memberikan ikan emas tersebut
ketika anaknya sudah dewasa saja. kemudian ikan tersebut disimpan didalam peti.
Sang
raja teus menerus memuji kehebatan pande Emas tersebut, pande emaspun berkata
‘Wahai baginda Raja masih ada yang lebih hebat dari saya, bahkan dia bisa
membuat seekor merak yang bahkan bisa terbang’ sontak Sang Raja kaget dan
sangat ingin menemui pande tersebut. Dikirimkanlah sebuah Newale Patre atau surat kepada kerajaan
Batapatre agar mengirim salah seorang pande emasnya yang bernama ‘Kemasan’.
Datanglah kemasan menghadap sang raja kemudian ia disuruh membuatkan mainan
untuk anaknya seekor merak yang bisa hidup bahkan terbang. Tak lama kemudian
pande emas tersebut membuat seekor merak dari permata yang sangat tinggi
harganya sang raja kaget saat melihat merak tersebut bisa hidup bahkan terbang.
Rajapun kembali berpikir paruh merak dibuat dari permata yang keras sang raja
takut anaknya dipatok oleh merak tersebut akhirnya sang merak bernasip sama
dengan ikan emas mereka sama-sama dimasukkan ke dalam peti dan di kunci.
Setelah
Ikan Emas dan Merak masuk kedalam peti berbicaralah mereka berdua, ‘Wahai merak
sebenarnya untuk apa kita di buat ? Tanya ikan emas, Merakpun menjaab ‘untuk
mainan anaknya! Lalu ikan berkata ‘lantas kenapa kita hanya disimpan didalam
peti ini’ ikanpun berkata lagi ‘ Wahai merak kau punya paruh yang sangat kokoh
bahkan jika kau patok peti ini akan terbuka seketika, ‘merak menjawab ‘ah
begitu ? tak lama kemudian merak langsung mematok peti ersebut hingga peti
berguncang kemudian terbuka, ikan dan merak jatuh di tanah, merak berjalan
menuju anak raja yang sedang main kemudian anak raja langsung menaiki punggung
merak tersebut. Sontak semua orang yang ada diistana kaget karena merak
langsung terbang saat Sang putra raja menungganginya semakin di kejar semakin
jauh pula merak itu terbang. Sampai pada sebuah taman Sang putra raja
memerintahkan merak untuk turun setelah turun ia duduk diatas batu di taman
dekat telaga, datanglah seorang kakek menghampirinya memberikan ia sebuah
‘LILIDI AJAIB’ yang katanya Lilidi tersebut bisa mengalahkan musuh dalam sekali
tebas. Datanglah sepasang sumi istri yang kemudian mengangkat Putra Raja sebgai
anak.
Dipersingkat
saja setelah ia dewasa, diceritakanlah oleh Kikasiya dan Kikasian merupakan ibu
dan bapak akangkat sang Raja Taruna, ia meceritakan tentang Bidadari yang setiap
1 tahun sekali atau 1 kali purnama mereka akan turun mandi di telaga. Dengan
rasa penasaran sang raja Taruna pergi ke telaga tersebut pada saat bulan
purnama benar saja ia mengintip dibalik batu besar di tepi telaga para bidadari
sedang mandi, Raja taruna mengambil sehelai baju bidadari dan kembali
bersembunyi, para bidadari kebingungan merekapun melihat Raja Taruna duduk di
pinggir telaga bidadari tersebut datang menhampiri dan bertanya apakah ia
melihat sehelai baju bidadari tersebut, Raja menjawab tidak kemudian
mengajaknya berkenalan dan menanyakan asal muasal para bidadari tersebut.
Bidadari tersebut berasal dari Negeri ‘Maligie’ yang bertempat dilangit ke
tujuh. Sang raja dan bidaddari melakukan kesepakatan jika Raja bisa
mengembalikan baju sang bidadari maka ia akan diajak ke Negri Maligie dan
menjadi suami sang bidadari.
Pada
saat menuju langit ke tujuh, di langit ketiga Sang Raja diberi sebuah ‘Cupu
Manik’ katanya jika kamu tidak mengenali istrimu maka bukalah cupu manik ini.
Setelah sampai pada langit ke tujuh yaitu Negeri Maligie sang raja disambut
oleh dayang-dayang kemudian menghadap raja dan ratu selaku ibu dan bapak dari
Bidadari yang akan menjadi istrinya yaitu Ratu Jumite. Sang Pangeran Taruna
menyampaikan maksud kedatangan dan juga kesepakatannya bersama ratu Jumite,
sang raja menyuruh ketujuh bidadari berjejer kemudian berkata ‘pilihlah yang
mana istrimu’ dari ujung kepala hingga kaki ketujuh bidadari tersebut memiliki
raut yang sama alhasil Raja Taruna kebingungan, kemudian ia ingat saat
diperjalanan di diberikan sebuah cupu manik, tak berpikir lama sang pangeran langsung
membuka Cupu manik tersebut keluarlah seekor lalat emas terbang menghampiri
ketujuh bidadari dan hinggap di kening salah seorang bidadari yang seketika
berubah wujud menjadi Ratu Jumite.
Raja
Taruna sudah berhasil memenangkan segala rintangan dan akhirnya Ratu jumite dan
Raja Taruna dinikahkan di Negeri Maligie dengan sangat megah. Sang raja Taruna
mendapat gelar ‘JAYENG ANGKASE’ sang raja dan ratu yang baru menikah ini
kemudian akan turun ke bumi dan membuat Negaranya sendiri ia membawa sebagian
besar masyarakat desa maligie dimasukkan ke dalam Cupu Manik dan turun ke bumi
diperjalanan pada langit keempat mereka dimintai tolong oleh raja disana kaena
sedang terjadi peperangan, Raja akan diberi imbalan yaitu seorang putri nan
cantik jelita, sang rajapun mengiyakan dikeluarkanlah Lilidi yang diberikan
kakek tua saat ia kecil dahulu dan benar saja semua musuh mati dan raja
berterimakasih atas apa yang dilakukan Raja Taruna. Raja taruna turun kebumi
kemudian membangun negerinya dengan damai dan melakukan pernikahan dengan Ratu
jumite dengan sangat mewah dan megah, bahan setelah menkah mereka semakin
makmur rezeki yang berlimpah memperbaiki kehidupan masyarakatnya.
Begitulah secara singkat Isi dari Naskah kuno
‘TAKEPAN PUSPEKERME’ ini setelah diceritakan naskah kuno ini saya sangat penasaran
tentang Tradisi ‘Nyeput’ yang warga sasak bilang nyeput ini adalah proses
pembacaan nasib hidup bahkan percintaan yang dipercaya akan menjadi nyata.
Tetapi kembali lagi pada diri masing-masing mau percaya atau tidak adalah
pilihan. Saya dan teman-teman membicarakan tentang Nyeput kepada mamiq Upi dan
mamiq upi langsung mengerti dan memahi maksud lain dari pertanyaan kami hehe.
Mamiq upi menyarankan sebelum nyeput usahakan niat
yang baik-baik untuk hidupmu agar yang kau ambilpun baik hasilnya. Prosesi
nyeput langsung dilakukan saat itu juga dimulai dari teman saya Baiq monika
sahara kemudian Marlina fitriani, etta atteta dan seterusnya. Tibalah saat
giliran saya rasa takut serta penasaran menjadi satu menimbulkan kegugupan yang
hakiki hingga keringat dingin bercucuran, tetapi tetap saya lakukannya perlahan
kututup mata kuniatkan segala kebaikan hidup bahkan percintaan, tangan mulai
meraba lembar demi lembar daun lontar dan kemudian manarik sehelai Naskah
tersebut. Mamiq upi mengatakan saya mendapat tembang ‘ASMARANDANE’ tembang percintaan,
saat tembang tersebut dibacakan, bulu kuduk berdiri dan degup jantungpun berlebihan
yang kurasa, lepas dari itu menunggu hingga akhir tembangan , mamiq upi
kemudian mngartikan maksud dari tembang yang saya dapat.
Mamiq upi mengatakan ‘kamu sudah bertemu dengan dia
yang menjadi jodohmu, saat kalian dipertemukan akan ada hajatan megah nan
meriah hajatan tersebut adalah pernikahan raja dan ratu, kamu tidak akan kekurangan
apapun dari pernikahanmu segala kebaikan datang pada kalian rezki yag berlimpah
higga tidak kekurangan apapun’ kata-kata mamiq upi membuat saya terdiam dan
juga berucap syukur kalau itu memang menjadi nyata nantinya.
TEMBANG
ASMARENDANDE
Hari sudah semakin sore kamipun undur diri dari mamiq upi
beserta keluarganya, oh ya sebelum pulang kami diberi sebuah oleh-oleh semacam
souvenir buatan mamiq upi sendiri. Ditulis diatas daun Lontar menggunakan
bahasa Aksara dengan tulisan Nama saya beserta orang tua.
Sekian
cerita dari saya kali ini semoga bermanfaat untuk kita semua.
Wassalamualaikum
warrahmatullahi wabbarokatu..



