Kamis, 24 Oktober 2019

NASKAH KUNO 'TAPEL ADAM' DESA TEGAL MAJA LOMBOK UTARA



NASKAH KUNO ‘TAPEL  ADAM’ DESA TEGAL MAJA KABUPATEN LOMBOK UTARA


 Penulis: KIKI MARLIANA 
  • Senin, 21/10/2019.

Assalamualaikum Warrohmatullahi Wabbarokatuh….

Hello guys perkenalkan nama saya kiki Marliana umur 20 tahun. Dalam blog ini saya akan menceritakan perjalanan serta keseruan saya dalam mencari naskah kuno di Kabupaten Lombok  Utara, atau biasa disingkat ‘KLU’, tepat pada Tanggal 21/10/2019 hari Senin. Sebagaimana kita tahu bahwa naskah kuno adalah peninggalan sejarah dari kakek-nenek moyang kita terdahulu yang dimana di dalam naskah kuno tersebut tersimpan banyak sekali ilmu-ilmu pengetahuan, rahasia, kebudayaan, kepercayaan, pengobatan,ilmu perbintangan dan masih banyak lagi. Sejatinya naskah kuno adalah jembatan untuk mengenal lebih jauh jati diri kita, jati diri  suatu daerah, suku, bahkan jati diri bangsa ‘INDONESIA’. Sebelum melakukan perjalanan kami diberi tahu oleh salah seorang teman yang kebetulan tahu tentang siapa yang memiliki naskah kuno, tampa berpikir panjang alamat rumah sudah di tangan kamipun langsung berangkat.

Dalam perjalanan pencarian naskah kuno cukup jauh. Perjalanan yang saya tempuh memakan waktu  sekitar 2 jam. Berangkat dari Mataram menuju KLU (Kabupaten Lombok Utara) dengan ditemani Tiga sahabat saya Monika,Fortuna, dan Suryani, mereka adalah sahabat yang asyik diajak kemana saja. Dalam perjalanan menuju KLU menggunakan sepeda motor ditemani terik matahari  disepanjang perjalanan yang seakan membakar permukaan kulit tangan  bahkan wajah tapi tidak menyurutkan niat kami untuk meneruskan perjalanan mencari naskah kuno ini.

Jalan yang kami lewati sangat menyeramkan menurut saya, kenapa ? karena jalan yang kami lewati berbelok-belok dan ditengah hutan, banyak sekali kendaraan yang melewati jalur ‘PUSUK’ ini dari motor, mobil, bis mini bahkan truk.  Semakin menanjak jalan yang kami lalui semakin tinggi hingga sampai pada puncak. Jalan yang kami lalui sangat rawan terjadinya kecelakaan begitulah yang  saya baca dari spanduk  dipinggir jalan. Dipertengahan jalan menuju puncak jalur ‘PUSUK’ terdapat tempat wisata ‘mata air”, yang lumayan ramai dikunjungi. Sepanjang jalan banyak sekali ‘Macaca Fascicularis’ atau bahasa indonesianya ‘Monyet’ hehehe. Mata saya selalu tidak pernah lepas memandang kebawah ada rasa takut yang berlebihan seakan aliran darah saya terpacu sehingga detak jantungpun sedikit menggebu. Tetapi syukur allhamdulillah kami melalui jalan tersebut dengan selamat.

 Sesampainya di Kabupaten Lombok Utara 'KLU' kami langsung menuju desa Tegal Maja kampung sokong disana kami akan menemui seorang kakek yang bernama kakek ‘Sekenep’ atau warga sekitar biasa memanggilnya ‘papuk Sekenep’ beliau adalah pemegang naskah kuno yang berjudul (TAPEL ADAM). Kami disambut oleh keluarga beserta istrinya dan dipersilahkan duduk dibarugak. Semabari menunggu Papuk sekenep pulang dari sawah kami disuguhkan minuman juga makanan. Beliau sudah berumur 80-an tetapi masih terlihat kuat dan mampu mengurus kebun walaupun dibantu oleh anak-anaknya, beliau hobi membaca naskah-naskah kuno. Setelah Papuk sekenep datang beliau langsung menghampiri kami, teman saya suryani langsung menyampaikan maksud kedatangan kami menemui beliau. Sebagai generasi muda tentunya kami harus menjaga dan melestarikan kebudayaan-kebudayaan yang ada salah satunya naskah kuno ini dari situlah saya termotivasi untuk mencari dan mempelajari naskah-naskah kuno di daerah Lombok.





Setelah beberapa saat berbicara tentang maksud kedatangan kami, Papuk Sekenep langsung menceritakan Sejarah Naskah kuno tersebet. Sejarah Naskah kuno yang berjudul “Tapel Adam” ini dulu sikitar tahun 80-an Papuk Sekenep berusia belasan tahun ia bertemu dengan salah seorang pekerja yang berasal dari jawa, karena kekurangan biaya untuk pulang ke jawa pekerja tersebut menawarkan pertukaran barang atau biasa disebut ‘barter’ kepada papuk sekenep, pakerja dari jawa tersebut menukarkan Naskah kuno dengan 3 ikat bawang merah, mulai dari saat itulah naskah tersebut dipelajari dan disimpan oleh papuk sekenep sampai saat ini. Naskah Kuno ‘Tapel Adam’ ini sering dibacakan oleh sekelompok orang, dibacakan menggunakan bahasa askara beserta artinya. Kelompok tersebut terdiri dari beberapa orang yang kata papuk sekenep ahli dalam membaca dan mengartikan Naskah-naskah kuno terutama Naskah ‘Tapel Adam” ini. Adapun beberapa nama yang disebut oleh papuk sekenep: ‘Papuk Ratna’ ‘Amak Eni’ ‘Papuk Ucin’ dan masih banyak lagi tokoh-tokoh lainnya. Papuk sekenep dulunya sering membaca dan mengartikan Naskah Kuno tersebut tetapi sering bertambahnya usia daya ingat serta penglihatanpun berkurang yang membuat Papuk sekenep hanya bisa menjadi pendengar saat pembacaan-pembacaan naskah kuno.

Naskah kuno yang berjudul ‘Tapel Adam’ ini menceritakan perjalan hidup Nabi Adam beserta Keturunannya. Naskah Kuno Tapel Adam’ dipercaya oleh warga setempat sebagai pemberi berkah ‘Keturunan’ dengan cara dibacakan Naskah Kuno tersebut kemudian dibasahkan menggunakan air dan ditaburi kembang kemudian air kembang tersebut diminum. Hal ini sudah menjadi kepercayaan warga setempat karena sudah terbukti kebenarannya. Dari hal ini pula Papuk Sekenep beserta kelompoknya sering dipanggil untuk membacakan naskah ‘Tapel Adam’ tersebut. Papuk tidak menceritakan secara mendetail tentang Naskah Tapel Adam ini karena daya ingat sudah berkurang akibat faktor usia. beliau menyaraknkan untuk menemui anggota kelompoknya untuk lebih memperdalam pengetahuan tentang Naskah Kuno, apa saja isi yang terkandung di dalamnya. hanya saja jarak rumah Papuk Sekenep dan anggota lainnya cukup jauh kamipun memutuskan untuk menemui anggota kelompok papuk Sekenep minggu depan. Setelah cukup lama berbincang bersama Papuk sekenep beserta keluarga kamipun memutuskan untuk pamit pulang karena sudah semakin sore di perjalanan pulang kami tidak melewati jalan Pusuk tetapi melewati jalur pantai senggigi. Sambil menikmati suasana pantai, diperjalanan sayapun menyempatkan diri sejenak untuk mengambil beberapa gambar.






SEKIAN CERITA PERJALANAN MENCARI NASKAH KUNO DI DESA TEGAL MAJA KABUPATEN LOMBOK UTARA.
TERIMAKASIH J
Wassalamualaikum warohmatullahi wabbarokatuh…