NASKAH KUNO ‘TAPEL ADAM’ DESA TEGAL MAJA KABUPATEN LOMBOK UTARA
Penulis: KIKI MARLIANA
- Senin, 21/10/2019.
Assalamualaikum Warrohmatullahi Wabbarokatuh….
Hello guys perkenalkan nama saya kiki Marliana
umur 20 tahun. Dalam blog ini saya akan menceritakan perjalanan serta keseruan
saya dalam mencari naskah kuno di Kabupaten Lombok Utara, atau biasa
disingkat ‘KLU’, tepat pada Tanggal 21/10/2019 hari Senin. Sebagaimana kita tahu
bahwa naskah kuno adalah peninggalan sejarah dari kakek-nenek moyang kita
terdahulu yang dimana di dalam naskah kuno tersebut tersimpan banyak sekali
ilmu-ilmu pengetahuan, rahasia, kebudayaan, kepercayaan, pengobatan,ilmu
perbintangan dan masih banyak lagi. Sejatinya naskah kuno adalah jembatan
untuk mengenal lebih jauh jati diri kita, jati diri suatu daerah,
suku, bahkan jati diri bangsa ‘INDONESIA’. Sebelum melakukan perjalanan kami
diberi tahu oleh salah seorang teman yang kebetulan tahu tentang siapa yang
memiliki naskah kuno, tampa berpikir panjang alamat rumah sudah di tangan
kamipun langsung berangkat.
Dalam perjalanan pencarian naskah kuno cukup
jauh. Perjalanan yang saya tempuh memakan waktu sekitar 2 jam.
Berangkat dari Mataram menuju KLU (Kabupaten Lombok Utara) dengan ditemani Tiga
sahabat saya Monika,Fortuna, dan Suryani, mereka adalah sahabat yang asyik
diajak kemana saja. Dalam perjalanan menuju KLU menggunakan sepeda motor
ditemani terik matahari disepanjang perjalanan yang seakan membakar
permukaan kulit tangan bahkan wajah tapi tidak menyurutkan niat kami
untuk meneruskan perjalanan mencari naskah kuno ini.
Jalan yang kami lewati sangat menyeramkan
menurut saya, kenapa ? karena jalan yang kami lewati berbelok-belok dan
ditengah hutan, banyak sekali kendaraan yang melewati jalur ‘PUSUK’ ini dari
motor, mobil, bis mini bahkan truk. Semakin menanjak jalan yang kami
lalui semakin tinggi hingga sampai pada puncak. Jalan yang kami lalui sangat
rawan terjadinya kecelakaan begitulah yang saya baca dari
spanduk dipinggir jalan. Dipertengahan jalan menuju puncak jalur
‘PUSUK’ terdapat tempat wisata ‘mata air”, yang lumayan ramai dikunjungi.
Sepanjang jalan banyak sekali ‘Macaca Fascicularis’ atau bahasa indonesianya ‘Monyet’
hehehe. Mata saya selalu tidak pernah lepas memandang kebawah ada rasa takut
yang berlebihan seakan aliran darah saya terpacu sehingga detak jantungpun
sedikit menggebu. Tetapi syukur allhamdulillah kami melalui jalan tersebut
dengan selamat.
Sesampainya di Kabupaten Lombok Utara
'KLU' kami langsung menuju desa Tegal Maja kampung sokong disana kami akan
menemui seorang kakek yang bernama kakek ‘Sekenep’ atau warga sekitar biasa
memanggilnya ‘papuk Sekenep’ beliau adalah pemegang naskah kuno yang berjudul
(TAPEL ADAM). Kami disambut oleh keluarga beserta istrinya dan dipersilahkan
duduk dibarugak. Semabari menunggu Papuk sekenep pulang dari sawah kami
disuguhkan minuman juga makanan. Beliau sudah berumur 80-an tetapi masih
terlihat kuat dan mampu mengurus kebun walaupun dibantu oleh anak-anaknya,
beliau hobi membaca naskah-naskah kuno. Setelah Papuk sekenep datang beliau
langsung menghampiri kami, teman saya suryani langsung menyampaikan maksud
kedatangan kami menemui beliau. Sebagai generasi muda tentunya kami harus menjaga
dan melestarikan kebudayaan-kebudayaan yang ada salah satunya naskah kuno ini
dari situlah saya termotivasi untuk mencari dan mempelajari naskah-naskah kuno
di daerah Lombok.
Setelah beberapa saat berbicara tentang maksud
kedatangan kami, Papuk Sekenep langsung menceritakan Sejarah Naskah kuno
tersebet. Sejarah Naskah kuno yang berjudul “Tapel Adam” ini dulu sikitar tahun
80-an Papuk Sekenep berusia belasan tahun ia bertemu dengan salah seorang
pekerja yang berasal dari jawa, karena kekurangan biaya untuk pulang ke jawa
pekerja tersebut menawarkan pertukaran barang atau biasa disebut ‘barter’
kepada papuk sekenep, pakerja dari jawa tersebut menukarkan Naskah kuno dengan
3 ikat bawang merah, mulai dari saat itulah naskah tersebut dipelajari dan
disimpan oleh papuk sekenep sampai saat ini. Naskah Kuno ‘Tapel Adam’ ini
sering dibacakan oleh sekelompok orang, dibacakan menggunakan bahasa askara
beserta artinya. Kelompok tersebut terdiri dari beberapa orang yang kata papuk
sekenep ahli dalam membaca dan mengartikan Naskah-naskah kuno terutama Naskah
‘Tapel Adam” ini. Adapun beberapa nama yang disebut oleh papuk sekenep: ‘Papuk
Ratna’ ‘Amak Eni’ ‘Papuk Ucin’ dan masih banyak lagi tokoh-tokoh lainnya. Papuk
sekenep dulunya sering membaca dan mengartikan Naskah Kuno tersebut tetapi
sering bertambahnya usia daya ingat serta penglihatanpun berkurang yang membuat
Papuk sekenep hanya bisa menjadi pendengar saat pembacaan-pembacaan naskah
kuno.
Naskah kuno yang berjudul ‘Tapel Adam’ ini
menceritakan perjalan hidup Nabi Adam beserta Keturunannya. Naskah Kuno Tapel
Adam’ dipercaya oleh warga setempat sebagai pemberi berkah ‘Keturunan’ dengan
cara dibacakan Naskah Kuno tersebut kemudian dibasahkan menggunakan air dan
ditaburi kembang kemudian air kembang tersebut diminum. Hal ini sudah menjadi
kepercayaan warga setempat karena sudah terbukti kebenarannya. Dari hal ini
pula Papuk Sekenep beserta kelompoknya sering dipanggil untuk membacakan naskah
‘Tapel Adam’ tersebut. Papuk tidak menceritakan
secara mendetail tentang Naskah Tapel Adam ini karena daya ingat sudah
berkurang akibat faktor usia. beliau menyaraknkan untuk menemui anggota
kelompoknya untuk lebih memperdalam pengetahuan tentang Naskah Kuno, apa saja
isi yang terkandung di dalamnya. hanya saja jarak rumah Papuk Sekenep dan
anggota lainnya cukup jauh kamipun memutuskan untuk menemui anggota kelompok
papuk Sekenep minggu depan. Setelah cukup lama berbincang bersama Papuk sekenep beserta
keluarga kamipun memutuskan untuk pamit pulang karena sudah semakin sore di
perjalanan pulang kami tidak melewati jalan Pusuk tetapi melewati jalur pantai
senggigi. Sambil menikmati suasana pantai, diperjalanan sayapun menyempatkan
diri sejenak untuk mengambil beberapa gambar.
SEKIAN CERITA PERJALANAN MENCARI NASKAH KUNO DI DESA TEGAL MAJA
KABUPATEN LOMBOK UTARA.
TERIMAKASIH J
Wassalamualaikum warohmatullahi wabbarokatuh…




